Pemberdayaan Pemuda Sebagai Pendamping Teknologi Dalam Digitalisasi Layanan Posyandu

Authors

  • Baiq Nikum Universitas Islam Mulia Yogyakarta , Indonesia Author
  • Rizky Andhika Surya Universitas Islam Mulia Yogyakarta , Indonesia Author
  • Panggah Widiandana Universitas Islam Mulia Yogyakarta , Indonesia Author
  • Muhammad Immawan Aulia Universitas Islam Mulia Yogyakarta , Indonesia Author
  • Siti Hartina Universitas Islam Mulia Yogyakarta , Indonesia Author

DOI:

https://doi.org/10.64021/

Keywords:

Pemberdayaan Pemuda, Digitalisasi Posyandu, Pendamping Teknologi, Literasi Digital, Layanan Kesehatan Desa

Abstract

Posyandu merupakan garda terdepan pelayanan kesehatan ibu dan anak di tingkat desa, namun efektivitasnya seringkali terhambat oleh sistem administrasi konvensional yang memicu redudansi data dan lambatnya alur pelaporan. Di era transformasi digital, kader Posyandu yang mayoritas berasal dari kelompok usia senior mengalami tantangan dalam mengadopsi teknologi informasi. Di sisi lain, kelompok pemuda desa memiliki literasi digital yang tinggi namun belum terintegrasi secara struktural dalam mendukung layanan publik di desa. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menjembatani kesenjangan digital tersebut melalui pemberdayaan pemuda sebagai pendamping teknologi (technology buddies) guna mengakselerasi digitalisasi layanan Posyandu di Sedayu Yogyakarta. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) melalui empat tahapan sistematis: Diagnosa kebutuhan digitalisasi, Pelatihan teknis bagi pemuda mengenai manajemen data kesehatan berbasis aplikasi, Kolaborasi pendampingan langsung oleh pemuda kepada kader Posyandu (transfer pengetahuan), dan Evaluasi efektivitas sistem. Pengabdian ini melibatkan 20 pemuda dari Karang Taruna di Keluruhan Demangrejo Yogyakarta dan 20 kader Posyandu sebagai mitra utama. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada keterampilan digital kader Posyandu melalui skema pendampingan sebaya oleh pemuda. Sebelum kegiatan, proses penginputan data membutuhkan waktu rata-rata 3-5 hari, namun setelah implementasi sistem informasi digital dan pendampingan rutin, sinkronisasi data dapat dilakukan secara real-time. Kehadiran pemuda sebagai pendamping teknologi mampu menurunkan tingkat kecemasan teknologi (technophobia) pada kader senior dan menciptakan ekosistem digital yang inklusif di lingkungan desa. Selain itu, kegiatan ini berhasil membangun basis data kesehatan warga yang lebih akurat dan mudah diakses untuk pengambilan kebijakan di tingkat desa. Strategi pemberdayaan pemuda sebagai pendamping teknologi efektif dalam mempercepat proses digitalisasi layanan kesehatan. Sinergi antargenerasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi birokrasi Posyandu, tetapi juga menumbuhkan modal sosial dan rasa kepemilikan pemuda terhadap pembangunan kesejahteraan masyarakat di daerahnya.

References

Kementerian Kesehatan RI, Pedoman Umum Pengelolaan Posyandu. Jakarta: Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat, 2021.

A. Kurniawati and A. Nuraeni, "Digitalisasi Pendataan Posyandu melalui Aplikasi e-PPGBM dalam Upaya Pencegahan Stunting," Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan, vol. 6, no. 2, pp. 45–52, 2020. R. Pramudita and R. W. Arifin, "Jembatan Kesenjangan Digital: Pendampingan Teknologi bagi Kelompok Usia Senior," Informatics and Cyber Security Journal, vol. 2, no. 1, pp. 30–38, 2019.

A. S. Nugraha and R. Puspitasari, "Peran Karang Taruna dalam Transformasi Digital Desa di Era Industri 4.0," Jurnal Pemberdayaan Masyarakat, vol. 9, no. 1, pp. 12–25, 2021.

Kementerian Kesehatan RI, Cetak Biru Strategi Transformasi Digital Kesehatan 2024. Jakarta: Kemenkes RI, 2023.

S. Wulandari et al., "Pemberdayaan Pemuda sebagai Agen Perubahan dalam Digitalisasi Administrasi Desa," Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement), vol. 8, no. 3, pp. 155–162, 2022.

A. Savitri, Revolusi Industri 4.0: Mengubah Tantangan Menjadi Peluang di Era Digital. Yogyakarta: Penerbit Genesis, 2019.

UNDP, Youth as Digital Advocates: Empowering the Next Generation for Community Development. New York: UNDP Digital Office, 2022.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2019.

M. R. F. Ginanjar and D. S. Hormansyah, "Aplikasi E-Posyandu Untuk Peningkatan Pelayanan Kesehatan Ibu Dan Anak berbasis Android," Jurnal Informatika Polinema, vol. 6, no. 1, pp. 55-61, 2019.

World Health Organization (WHO), Global Strategy on Digital Health 2020-2025. Geneva: WHO Press, 2021.

H. Setiawan and T. Munandar, "Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Manajemen Kesehatan Masyarakat di Pedesaan," Jurnal Sistem Informasi Bisnis, vol. 11, no. 1, pp. 18-25, 2021.

N. P. J. K. Putra and I. G. L. A. R. Putra, "Pelatihan Literasi Digital bagi Kelompok Pemuda dalam Mendukung Desa Digital," Jurnal Abdi Masyarakat, vol. 4, no. 2, pp. 102-110, 2022.

I. Ismaini and F. Fathiyah, "The Role of Youth as Digital Ambassadors in Community Health Services," Journal of Community Empowerment for Health, vol. 5, no. 1, pp. 33-40, 2022.

T. Rahmawati, "Analysis of Health Cadres' Readiness in Using Mobile Applications for Posyandu Services," International Journal of Health Sciences, vol. 10, no. 2, pp. 88-95, 2020.

B. S. Handoko, "Intergenerational Technology Transfer: Youth Mentoring for Senior Citizens," Journal of Education and Community Service, vol. 3, no. 4, pp. 210-218, 2021.

P. Astuti, "Sistem Informasi Geografis Pemetaan Stunting berbasis Web," Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer (JTIIK), vol. 8, no. 3, pp. 541-550, 2021.

R. Hartono, "Digital Inclusion in Rural Areas: Challenges and Opportunities," Informatics and Society Review, vol. 7, no. 1, pp. 15-28, 2022.

D. Ariani and R. Kusuma, "User Experience Analysis of Health Information Systems in Primary Care," Journal of Healthcare Informatics, vol. 4, no. 2, pp. 77-84, 2021.

S. Ma'arif, "Optimalisasi Peran Lembaga Kemasyarakatan Desa melalui Digitalisasi Layanan," Jurnal Administrasi Publik, vol. 12, no. 1, pp. 45-56, 2022.

Downloads

Published

2025-10-30

Issue

Section

Articles