ABCD-PAR Integration Model: Pemberdayaan Ekonomi Kreatif di Desa Muncan melalui Integrasi Nilai Budaya dan Transformasi Digital
DOI:
https://doi.org/10.64021/Keywords:
Asset-Based Community , Development , Participatory Action Research , ekonomi kreatif, transformasi digital, pemberdayaan Masyarakat.Abstract
Pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal merupakan salah satu strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan. Namun, pelaku usaha ekonomi kreatif di Desa Muncan, Kabupaten Lombok Tengah, masih menghadapi berbagai kendala, antara lain rendahnya inovasi produk, keterbatasan kapasitas pemasaran digital, lemahnya branding, serta belum optimalnya pemanfaatan nilai budaya lokal sebagai keunggulan kompetitif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan pelaku ekonomi kreatif melalui sinergi pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) dan Participatory Action Research (PAR) dengan mengintegrasikan pengembangan produk, pelestarian nilai budaya Sasak, serta transformasi digital. Pelaksanaan program diawali dengan identifikasi aset dan kebutuhan masyarakat secara partisipatif, dilanjutkan dengan pelatihan inovasi produk, peningkatan kualitas dan desain kemasan, penguatan identitas merek, fotografi produk, pembuatan konten promosi digital, serta pendampingan pemanfaatan media sosial dan marketplace sebagai sarana pemasaran. Pendekatan partisipatif mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan sehingga tercipta rasa memiliki terhadap program dan keberlanjutan hasil yang dicapai. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan kapasitas pelaku usaha dalam mengembangkan produk yang lebih inovatif, memperkuat identitas merek berbasis budaya lokal, serta mengoptimalkan pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar. Selain itu, terbentuk kolaborasi yang lebih kuat antarpelaku usaha dalam pengelolaan usaha ekonomi kreatif berbasis komunitas. Model sinergi ABCD-PAR terbukti mampu mengoptimalkan potensi lokal melalui pemberdayaan yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan. Pendekatan ini dapat menjadi model pemberdayaan yang adaptif untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif desa sekaligus memperkuat daya saing produk unggulan berbasis kearifan lokal di era transformasi digital.
References
M. R. Kurniawan and S. Hadi, "Community empowerment model through creative economy in sustainable tourism villages," Journal of Rural Development and Community Empowerment, vol. 8, no. 1, pp. 12-25, 2024.
A. S. Wijaya and H. Hermawan, "Preservation of Sasak cultural heritage through digital product narrative design," International Journal of Cultural Heritage Studies, vol. 7, no. 2, pp. 88-101, 2024.
R. Pratama, Y. S. Kusuma, and N. L. P. Suari, "Strategi pengembangan UMKM berbasis aset lokal: Studi kasus industri kerajinan Lombok," Jurnal Ekonomi dan Manajemen Kreatif, vol. 15, no. 3, pp. 142-156, 2025.
J. P. Kretzmann and J. L. McKnight, Building communities from the inside out: A path toward finding and mobilizing a community's assets. ACTA Publications, 1993.
N. K. S. Astuti and I. M. Dewa, "Overcoming market isolation in rural crafts through integrated e-commerce platforms," Journal of Enterprise and Digital Transformation, vol. 4, no. 1, pp. 34-49, 2024.
H. Sulistyo and M. F. Azis, "Dampak intermediasi tengkulak terhadap kesejahteraan pengrajin tradisional di Nusa Tenggara Barat," Jurnal Sosial Ekonomi Pedesaan, vol. 12, no. 2, pp. 210-224, 2024.
T. Taufik and S. Wahyuni, "Inovasi desain bambu fusi kontemporer dalam meningkatkan daya saing global kerajinan rakyat," Jurnal Seni Rupa dan Desain Produk, vol. 9, no. 1, pp. 55-68, 2025.
I. G. A. P. Widiarta, "Mandalika tourism development and its spillover effects on local handicraft industries," ASEAN Journal of Tourism and Hospitality, vol. 11, no. 2, pp. 115-130, 2024.
F. Fatimah and R. R. Ahmad, "Standarisasi mutu dan pengemasan produk pangan tradisional untuk perluasan retail modern," Jurnal Teknologi dan Mutu Pangan, vol. 6, no. 2, pp. 78-91, 2024.
B. Budiman and E. Setyowati, "Regenerasi pengrajin tradisional: Peran digitalisasi dalam menarik minat pemuda desa," Jurnal Studi Pemuda dan Pemberdayaan, vol. 14, no. 1, pp. 43-57, 2025.
P. Freire, Pedagogy of the oppressed. Herder and Herder, 1970.
R. Febriana and A. Khan, "Peran relawan pendidikan dalam peningkatan literasi di daerah terpencil," Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, vol. 12, no. 1, pp. 45-60, 2025.
D. Harahap, R. Siregar, and A. Lubis, "Inisiatif literasi lokal dan pemberdayaan masyarakat: Studi kasus di Labuhanbatu," Jurnal Literasi dan Inklusi Sosial, vol. 9, no. 2, pp. 89-104, 2024.
M. Kartikasari, "Sinergi multi-pihak dalam gerakan literasi regional: Studi pada program literasi di Pulau Jawa," Jurnal Pembangunan Sosial dan Literasi, vol. 8, no. 1, pp. 101-120, 2024.
R. A. Nugroho, S. Fitriyah, and A. Wicaksono, "Digitalisasi desa dan pembangunan inklusif: Studi implementasi program literasi digital di Indonesia," Jurnal Teknologi untuk Pemberdayaan, vol. 6, no. 1, pp. 22-37, 2024.
L. Lestari and W. Utomo, "E-commerce adoption barriers and drivers among rural micro-enterprises in eastern Indonesia," International Journal of Electronic Business, vol. 19, no. 4, pp. 312-329, 2025.
S. Santoso and D. K. Wardani, "Storytelling marketing: Injecting cultural values into traditional product branding," Journal of Marketing and Brand Research, vol. 10, no. 3, pp. 201-215, 2024.
Z. Zulkifli and M. Munir, "Institusionalisasi kelompok usaha bersama (KUB) sebagai pilar keberlanjutan ekonomi desa," Jurnal Administrasi Publik dan Pemberdayaan, vol. 11, no. 2, pp. 167-182, 2025.